tugas akhir mata kuliah membaca

TUGAS AKHIR MATA KULIAH MEMBACA

DOSEN     : Dr. Ade Hikmat, M. Pd.

Nur Kamala

KORELASI ANTARA MINAT MEMBACA  DAN PENGUASAAN KOSA KATA DENGAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI SISWA SMP NEGERI 161 JAKARTA

Bahasa tidak terpisahkan dari kehidupan manusia dan sebaliknya manusia tidak terlepas dari penggunaan bahasa sepanjang hidupnya. Hal inilah yang menurut Suriasumantri sebagai satu keunikan manusia. Keunikan manusia bukan terletak pada kemampuan berpikirnya melainkan terletak pada kemampuannya berbahasa. Sebab manusia sebagai makhluk yang berpikir akan menggunakan bahasa sebagai sarana berpikirnya. Tanpa bahasa, kegiatan berpikir tidak dapat dilakukan olah manusia. Kemampuan barbahasa inilah yang membedakan yang membedakan manusia inilah yang membedakan manusia dari makhluknya.

Manusia mengekspresikan kegiatan berbahasanya dengan bahasa lisan dan bahasa tulis. Bahasa tulis merupakan salah satu cara berkomunikasi yang dapat digunakan untuk (1) menjelaskan suatu pikiran, perasaan, kesan atau pengalaman bagi pembaca atau penulis sendiri, (2) memberikan informasi kepada pembaca, (3) meyakinkan pembaca untuk menerima suatu gagasan, (4) menciptakan sebuah bacaan imajinatif yang mungkin membuat pembaca senang.

Kemampuan menjelaskan pikiran dalam bentuk tulisan bukanlah kemampuan yang serta merta dapat dimiliki setiap orang. Ada beberapa persyaratan khusus yang harus dimiliki oleh seorang penulis. Tarigan mengemukakan bahwa kemampuan menjelaskan pikiran dalam dalam bentuk tulisan, pengalaman, waktu, kesempatan, latihan, keterampilan khusus, dan pengajaran langsung menjadi seorang penulis. Seorang penulis yang berpengalaman memiliki keyakinan dalam kebiasaan menulis, ia juga mengerti tahapan-tahapan dalam proses menulis, baersandar pada elemen-elemen yang mendasari berbagai situasi menulis yang memadunya dalam bekerja. Tuntutan tersebut menjadi syarat bagi seseorang untuk dapat menulis dengan baik. Selanjutnya menurut Bello, menulis adalah proses penemuan yang terus menerus, bagaimana menemukan bahasa yang efektif untuk mengkomunikasikan pikiran dan perasaan, mengaplikasikan apa yang dimiliki, kosakata dan tata bahasa dari apa yang pernah siswa pelajari di kelas.

Menulis merupakan pemindahan pikiran atau perasaan ke dalam bentuk lambang-lambang bahasa tulis. Selanjutnya dikatakan bahwa menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa yang sulit karena menulis dikaitkan dengan seni atau kiat sehingga tulisan tersebut dirasakan enak dibaca, akurat, jelas, dan singkat. Senada dengan itu, Rivers mengatakan bahwa menulis itu lebih sulit daripada berbicara karena berarti mengkomunikasikan ide atau pikiran kepada pembaca secara jelas, tidak ambigu, dan juga tidak singkat.

Tulisan sebagai bentuk ungkapan pikiran dan ide dapat dibedakan menjadi empat bentuk atau jenis, yaitu (1) narasi (2) eksposisi (3) argumentasi. Salah satu dari keempat jenis tersebut, penulis hanya membatasi pada menulis teks naratif.

Andersons berpendapat bahwa naratif adalah teks yang menceritakan sebuah cerita dan juga menghibur orang lain. Tujuan teks naratif, selain untuk menghibur, dapat juga untuk membuat pembaca atau pendengar berpikir tentang sebuah isu, mengajari mereka pelajaran atau menggugah emosi mereka. Naratif dapat disajikan dalam bentuk teks tulis atau lisan. Naratif tulis sering berbentuk novel. Cerita itu biasanya diceritakan oleh seorang narator.

Ada beberapa langkah dalam menulis teks naratif, antara lain : orientation ( orientasi), resolution (resolusi),, complication (komplikasi), sequence of events (urutan kejadian), (resolusi), dan coda oriertation menunjukkan siapa yang ada di dalam cerita, apa yang terjadi dalam cerita, kapan terjadinya, dan dimana kejadian itu terjadi. Complication menunjukkan rangkaian peristiwa yang mempengaruhi apa yang terjadi di dalam cerita. Sequence 0f events menunjukkan di mana karakter-karakter tersebut bereaksi terhadap complication tersebut. Resulition menunjukkan bagaimana karakter tersebut memecahkan masalah yang dimunculkan dalam dalam complication. Coda (optional) menunjukkan komentar atau moral berdasarkan apa yang sudah dipelajari dari cerita itu.

Kata kemampuan dalam bahasa Inggris dikenal dengan “competence” yang artinyakesanggupan, kecakapan, dan kekuatan. Bloom menjelaskan bahwa kemampuan berefungsi untuk tindakan menampilkan yang dapat berupa hasil praktik yang dilakikan saat ini.

Sejalan dengan pendapat tersebut, Cony R. Semiawan dalam buku Memupuk Bakat dan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah, mengemukakan bahwa kemampuan adalah daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan.

Pendapat ahli lain yakni Paul Hensey dalam buku Management of Organization Behavior menyatakan bahwa kemampuan merupakan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang dibawa individu atau kelompok pada tugas atau aktivitas tertentu.

Jadi, kemampuan menulis  naratif adalah daya yang dilakukan seseorang untuk menuangkan ide, pikiran, dalam bentuk tulisan yang dapat berupa cerita imajinatif atau pengalaman yang terdiri dari langkah-langkah, seperti orientasi, komplikasi, urutan kejadian, resolusi, dan coda (pilihan).

Kemampuan seseorang melakukan aktivitas, sadar atau tidak, berawal dari keberminatan. Perbedaan minat pada setiap individu menyebabkan individu-individu bebas memilih satu kegiatan tertentu yang disukainya, karena minat adalah sebuah kecenderungan tingkah laku yang terjadi ketika seseorang bebas untuk memilih.

Keberminatan seseorang pada satu kegiatan dapat disebabkan karena individu mengetahui dan memahami benar kegiatan yang dilakoninya. Selain itu, individu berminat pada satu kegiatan yang disukai. Sebagai contoh, seorang siwa yang memiliki minat baca yang besar, akan semakin besar minatnya manakala ia mengapresiasi sebuah bacaan yang ia sukai dan pahami, serta ia benar-benar menikmati kegiatan tersebut. Minat adalah mempertinggi kesenangan, minat dimaksudkan sebagai sebuah kecenderungan seseorang atau kelompok manusia dengan sesuatu yang disukai atau tidak disukai. Dengan minat, akan mempengaruhi kualitas pencapaian hasil yang ditekuni dan digelutinya, misalnya minat membaca. Dengan minat membaca, tidak tertutup kemungkinan seseorang akan bertambah pengetahuannya.

Seorang siswa tidak pernah terhindar dari kegiatan membaca. Bergelut dengan buku merupakan kewajiban bagi setiap siswa. Artinya bahwa tiada hari tanpa membaca. Karena seseorang yang memburu ilmu pengetahuan, bukulah sebagai sumber ilmu yang paling utama.

Membaca merupakan kegiatan yang memerlukan konsentrasi yang penuhuntuk mendapatkan informasi yang terkandung di dalamwacana tersebut. Menurut pendapat Sudarso bahwa

Membaca adalah aktivitas yang kompleks dengan mengerahkan sejumlah besar tindakan yang terpisahpisah. Orang harus menggunakan pengertian dan khayalan, mengamati, dan mengingat-ingat. Kita tidak dapat membaca tanpa menggerakkan mata atau tanpa menggunakan pikiran kita. Pemahaman dan kecepatan membaca menjadi amat tergantung pada kecakapan dalam menjalankan setiap organ tubuh yang diperlukan untuk itu.

Membaca tidak terlepas dari perbendaharaan kata yang diperoleh saat aktivitas itu berlangsung. Makin banyak bacaan yang kita baca, maka perbendaharaan kata yang kita peroleh juga bertambah.

Perbendaharaan kata atau kosakata dapat diartikan sebagai rangkaian atau daftar kata-kata. Rangkaian atau daftar kata-kata itu merupakan bagian yang tetap dimiliki beberapa bahasa. Akan tetapi, ketetapan yang dimiliki itu bisa saja bertambah atau hilang selama bahasa yang bersangkutan terus digunakan dan adanya pengaruh dari bahasa-bahasa lain yang masuk dalam kosakata bahasa tersebut.

Kosakata merupakan hal penting dalam berbahasa, baik bahasa lisan, maupun tulis. Tanpa menguasai kosakata, tidak mustahil orang akan menemui hambatan dalam berbahasa. Oleh karena itu, setiap orang perlu memperluas kosakatanya.

Mengutip pendapat Keraf dalam Sabarti dkk, bahwa penguasaan kosakata perlu didasarkan pada dua sudut, yaitu sudut kuantitatif dan sudut kualitatif. Penguasaan secara kuantitatif menuntut kita agar mengauasai kosakata dengan sebanyak dan seluas mungkin. Dengan kemampuan penguasaan kosakata yang banyak itu dimungkinkan orang akan mampu membentuk konstruksi-konstruksi baru bahkan mampu menciptakan konsep-konsep baru dalam bahasa. Sedangkan secara kualitatif, kita dituntut menguasai kosakata yang berkaitan dengan makna kata yang bersangkutan, baik makna denotasi dan konotasi maupun perubahan makna (perluasan arti, ameliorasi, peyorasi, sinestesia dan asosiasi.

Penelitian ini bertjuan untuk mendapatkan informasi berkenaan dengan pemahaman siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia yang ditinjau darihubungannya dengan aspek minat membaca dan penguasaan kosakata dengan kemampuan menulis narasi.

Secara operasional, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :

  1. Hubungan minat membaca dengan kemampuan menulis narasi.
  2. Hubungan penguasaan kosakata dengan kemampuan menulis narasi.[i]
  3. Hubungan minat membaca dan penguasaan kosakata dengan menulis narasi.

Yang menjadi variabel terikat pada penelitian ini adalah kemampuan menulis narasi, sedangkan variabel bebasnya adalah minat membaca dan penguasaan kosakata.

Penelitian ini akan dilakukan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 161 Jakarta. Data untuk penelitian ini diambil dari siswa kelas IX pada semester satu Tahun Pelajaran 2010-2011.

Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik analisis korelasional. Hal ini digunakan untuk melihat hubungan secara langsung antarvariabel-variabel bebas dan terikat.

Yang akan dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX di Sekolah Menengah Pertama  (SMP) 161 Jakarta. Sedangkan teknik pengumpulan sampel menggunakan random sampling dan jumlah sampel yang akan diteliti sebanyak 80 siswa dari populasi terjangkau atau kerangka sampling sebanyak 120 siswa.

Variabal penelitian meliputi variabel terikat yaitu kemampuan menulis narasi (Y), sedangkan variabel bebas yaitu minat membaca (X1) dan penguasaan kosakata (X2). Sedangkan data penelitian diperoleh dengan instrumen yang terdiri atas : 1) instrumen minat membaca ; instrument penguasaan kosakata ; instrumen kemampuan menulis narasi.Penelitian ini diawali dengan tes instrumen minat siswa terhadap membaca, setelah itu dilakukan tes instrumen penguasaan kosakata, dan terakhir dilakukan tes instrumen kemampuan menulis narasi.

Masing-masing variabel menggunakan definisi konseptual dan definisi operasional.

Selanjutnya data yang sudah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik statistika, yaitu statistikadeskripsi dan statistika inferensial. Statistika deskripsi digunakan untuk menyajikan data masing-masing variabel penelitian. Yang digunakan pada statistika deskripsi ini adalah ukuran gejala pusat yang meliputi rata-rata, median, modus, dan variabilitas dengan menggunakan standar deviasi dan rentang skor. Sementara itu, untuk menyajikan data digunakan tablel frekuensi dan grafik yang berupa kartesian dan histogram. Sedangkan statistika inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan [ii]minat membaca dan penguasaan kosakata dengan kemampuan menulis narasi. Pengetahuan empiric ini diharapkan memberi gambaran kepada kita seberapa besar hubungan minat membaca dan penguasaan kosakata dengan kemampuan menulis narasi.

Hasil penelitian ini ini tidak semata-mata hanya untuk guru sebagai creator dalam pembelajaran, tetapi juga bagi siswa. Hasil penelitian ini biasa dijadikan bahan pemikiran bagi guru, terutama bagaimana menumbuhkembangkan minat membaca dalam pengajaran bahasa Indonesia. Dengan minat yang tinggi diharapkan dapat menambah penguasaan kosakata sehingga tidak menemui hambatan ketika mengajarkan materi bacaan kepada para siswa. Manfaat bagi siswa adalah mereka berupaya untuk mengenali dirinya karena dengan minat terhadap membaca akan mempengaruhi tingkat keberhasilan belajarnya. Dengan minat membaca yang tinggi akan menambah semangat mempelajari yang lain. Mengutip pendapat Slameto bahwa minat akan membantu seseorang mempelajarinya. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan ajuan atau rujukan bagi peneliti-peneliti lain yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa Indonesia, untuk semua jenjang pendidikan, baik pendidikan  informal maupun nonformal.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s